"In lam takun ‘alayya ghodlobun fala ubali
Asalkan Engkau, wahai Tuhan, tidak marah kepadaku – maka kuterima apa saja nasibku di dunia"

Minggu, 11 Agustus 2019

Makna Lambang Kabupaten Grobogan

Makna Lambang Kabupaten Grobogan


Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan tentang Lambang Daerah Pemerintah Kabupaten Grobogan tanggal 23 September 1968 disyahkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 8 Pebruari 1971 Nomor Pemda 101412-30, bahwa Lambang Daerah Pemerintah Kabupaten Grobogan sebagai berikut :

Lambang Daerah tersebut diatas memiliki makna sebagai berikut :

1. Perisai dengan batas tali bersimpul delapan dengan tulisan "Kabupaten Grobogan" bermakna bahwa Wilayah Kabupaten Grobogan dikelilingi oleh 8 Kabupaten tetangga.
2. Bintang warna kuning emas,dan bergaris pinggir putih. Artinya Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mencerminkan bahwa seluruh rakyat dan penduduk Kabupaten Grobogan pada umumnya meyakini dan berbakti terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan landasan mental dan iktikad yang suci murni. Sudut 5 (lima) pada bintang artinya : Pancasila. Masyarakat Kabupaten Grobogan khususnya dan Indonesia pada umumnya bertekad bulat dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Pancasila adalah merupakan sumber hukum untuk mengurus dan mengatur daerah serta merupakan dasar falsafah dari segala tindak tanduk dan gaya Pembina Daerah.
3. Warna dasar kuning, melambangkan kemurnian dan keluhuran budaya.
4. Alas berwarna biru tua di bagian bawah. Melambangkan kesetiaan, artinya rakyat Grobogan selalu setia kepada bumi sebagai tempat berpijak, yaitu kesetiaan terhadap Daerah dan Negara Republik Indonesia.
5. Tiga gelombang aliran warna biru muda. Melambangkan 3 sungai utama, yaitu Sungai Tuntang, Serang dan Lusiyang berguna bagi rakyat Kabupaten Grobogan.
6. Kobaran api. Melambangkan sumber api alam di Kabupaten Grobogan (Mrapen), sebagai simbol kehidupan dengan semangat yang menyala-nyala dan tidak pernah padam.
7. Warna hijau yang membentuk simbol pohon dan daun jati berwarna kuning. Melambangkan hutan yang membentang di Kabupaten Grobogan sebagian besar merupakan hutan jati yang diharapkan mampu memberikan kemakmuran.
8. Gambar dua gunung berwarna biru. Melambangkan kondisi geografis Kabupaten Grobogan yang dibatasi oleh 2 (dua) pegunungan yaitu Pegunungan Kendeng dan Pegunungan Kapur Utara.
9. Gambar penampang melintang belahan bambu yang dijajarkan (Klakah). "Klakah" adalah tempat pembuatan garam darat yang khas di Kabupaten Grobogan sebagai lambang kerajinan rakyat di bidang industri kecil.
10. Gambar bambu runcing. Melambangkan semangat seluruh rakyat dalam memperjuangkan, mempertahankan, membela dan mengisi kemerdekaan.
11.  Gambar bulir padi dan jagung. Melambangkan hasil utama pertanian di Kabupaten Grobogan.
12. Gambar Simbol Cahaya Listrik / Halilintar (Petir). Melambangkan kekuatan alam yang harus dapat dikuasai oleh rakyat Kabupaten Grobogan. Menggambarkan karakter masyarakat Kabupaten Grobogan dalam kemampuannya mengendalikan hawa nafsu. Halilintar (petir) ini diambil dari filosofi Legenda Ki Ageng Selo.

13. Serangkaian 17 gerigi daun jati, 8 nyala kobaran api, 4 kelakah bambu, 5 ruas bambu runcing dan disinari cahaya halilintar.  Melambangkanbahwa inti perjuangan masyarakat dan Bangsa Indonesia yang ada di Kabupaten Grobogan dilandaskan pada semangat proklamasi 17 Agustus 1945.

Source: https://grobogan.go.id/profil/lambang-daerah/makna-lambang-daerah

Sabtu, 10 Agustus 2019

"Jangan Nilai Buku Dari Sampulnya"

"Jangan Nilai Buku Dari Sampulnya"

Wisnu Bayu Murti Grobogan

Sudah sejak pagi tadi aku dalam perjalanan dari Rumah menuju Posko KKN di Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari Sukoharjo. Perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh namun harus ditempuh selama 4 jam. Sesampainya di posko waktu sudah menunjukan pukul 14.30.

tanpa sempat beristirahat aku langsung menuju ke Masjid Al-Amin di Dukuh Jonggolan dekat dengan Posko KKN karena hari ini Sabtu 10 Agustus 2019 adalah jadwal lomba Taman Pendidikan Al-Qur'an yaitu salah satu program kerja kelompok KKN kami.

Setelah persiapan beberapa lama, akhirnya lomba TPA pun dimulai, aku mendapat bagian lomba Adzan, aku mendampingi ustadz yang kami mintai tolong untuk menjadi juri lomba. Kebetulan peserta lomba adzan hanya ada 7 santri, sehingga lomba cepat selesai. 

Aku tak begitu mengenal bapak tadi karena komunikasi beliau dengan kelompok kami melalui teman KKN yang lain, Setelah lomba selesai, aku coba ajak bapak tadi berbincang, sebut saja namanya bapak Tri. Kucoba berbasa-basi

"Saya baru tau pak, ternyata adzan itu pada bagian hayya alas sholat dan hayya alal falah harus sambil menengok ke kiri dan ke kanan"

"Oh iya mas, itu dari semua mahzab mengajarkan begitu, baik NU maupun Muhammadiyah setahu saya juga begitu"

"Oalah iya pak, selama ini saya kalo adzan ya lurus kedepan aja"

"Bapak sudah lama mengajar ngaji pak?"

"Waduh saya nggak ngajar TPA mas"

Sontak aku pun terkejut, karena kupikir beliau ini adalah seorang Ustadz yang mengajar TPA dari santri yang mengikuti lomba. Info dari teman-teman KKN juga beliau adalah takmir masjid disini.

"Hmm bapak sudah lama jadi takmir masjid?"

"Saya juga bukan takmir mas, takmirnya sudah ada yang lain, saya cuma bantu bersih-bersih disini"

"Masnya kuliah ambil jurusan apa?" Ganti beliau yang bertanya.

"Saya ambilnya jurusan Olahraga pak"

"Wah bagus itu mas, nanti jadi guru olahraga, biasanya enak nanti cari kerjanya"
.
.
Selepas itu obrolan pun mengalir sampai jauh (walah malah kayak iklan paralon :v)
.
"KKN disini berapa bulan mas?"

"45 hari pak, InsyaAllah nanti sampai tanggal 22 Agustus"

"Wah berarti tinggal 12 hari lagi ya?, Sudah mau selesai"

"Nggih pak"

" Kalo dulu saya kuliah S1 Hukum di Magelang, saya lanjut S2 nya di solo, sebelum itu saya juga sekolah pelayaran dik"

Akupun kaget mendengarkannya, ternyata beliau ini seorang Magister Hukum, selain itu menurut cerita beliau sebelumnya juga adalah seorang lulusan Akademi Pelayaran.

"Oalah, berarti bapak niki ngajar nggih? (Jadi Guru)"

"Nggak dik, saya orang partai"

Lantas dia menceritakan bahwa dia ternyata adalah anggota salah satu partai yang cukup terkenal.

"Saya sejak lama udah jadi anggota partai dik, bahkan saya dulu itu juga termasuk perintis Cabang-cabang partai. Saya sudah keliling hampir seluruh Indonesia sudah saya masuki untuk mendirikan cabang-cabang di daerah di Seluruh Nusantara"

"Kemarin saya juga nyaleg dek, di DPRD kota. Saya kalah 17 suara dari saingan saya. Saingan saya itu pun sebenarnya kawan saya juga.
Sebenarnya dari awal saya kalau saya kalkulasi saya sudah menang 800 suara dari pesaing-pesaing saya. Tapi pas saat H-1 pencoblosan seorang petinggi salah satu ormas Nasional tiba-tiba membuat keputusan agar anggota nya mengalihkan dukungan ke suatu partai politik, padahal saya sudah susah payah meraih dukungan dari ormas keagamaan tersebut, yah mau gimana lagi dik udah rezekinya begini" ujar beliau panjang lebar.

Betapa herannya aku dengan bapak ini, dilihat dari penampilan luarnya dia sangat sederhana dan apa adanya, tidak ada yang spesial dari dirinya. Namun ternyata dibalik itu semua ada hal yang menakjubkan dalam dirinya.

*Ohh berarti bapak sekarang kerjanya apa?"

"Sekarang saya nggarap sawah aja dik"

"Dulu saya pernah berlayar dik, walahh kalo dipelayaran gajinya biasanya 117 jutaan pasti megang dik. Tapi dulu itu pas saya lagi berlayar bapak saya meninggal di kampung, saya gak bisa pulang karena udah ikat kontrak, sampai akhirnya saya terlempar ke dunia politik, hehehe. Sekarang saya tinggal dengan ibu saya, ibu saya udah sepuh dik, usianya sekarang 95 tahunan, saya mau berlayar masih belum diperbolehkan sama ibu saya. Yasudah saya putuskan dirumah dulu merawat ibu saya, pingin berbakti di masa tuanya Kini"

Aku pun terharu dengan ceritanya ini, seorang lulusan akademi pelayaran, selain itu juga Magister Hukum, salah satu anggota partai politik besar di Indonesia yang lika-liku hidupnya begitu berliku. Kesempatan mengobrol seperti ini tentu sangat jarang terjadi.

Obrolan terus berlanjut, ternyata memang benar beliau bukan orang sembarangan. Beliau tahu hal-hal yang terjadi di balik layar kejadian besar di Republik ini. Misal tentang salah satu partai politik yang sudah diberi jatah kursi jabatan tinggi di MPR. Lalu kejadian dibalik padamnya listrik di pulau Jawa selama 14 harian, dan kejadian-kejadian lain. Saya tidak berani menceritakan hal ini, takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Zaman sekarang harus pintar cari peluang mas, sekarang misal masnya lulus, nanti teman-teman kuliah sampeyan bakal jadi saingan mencari lowongan pekerjaan. Ditambah lagi nanti katanya mau impor guru dari luar negeri. Udah saingan sama temen sendiri, ditambah saingan sama orang luar negeri, susah pake banget jadinya"
"Bukan cuma guru Ding, Sekarang ada juga rencana impor Rektor dari Luar Negeri, Republik ini jadi edan sekarang".

Semakin takjub saya, pemikiran beliau sangat luas dan mampu melihat resiko di masa depan. Sekaligus miris juga sih dengan keadaan negeri sekarang yang makin amburadul.

Beliau juga bercerita, selama di kampus dulu beliau adalah seorang aktivis bahkan sampai sekarang di masa tuanya. Di Akpelni beliau pernah jadi Komandan Resimen Mahasiswa, saat kuliah Hukum di masa kejatuhan Presiden Soeharto, beliau bahkan sudah menjadi ketua BEM. Saat tragedi 21 Mei beliau pun juga datang ke gedung MK, bahkan temannya sendiri juga menjadi korban tewas tertembus peluru tajam. 

Memang benar kata pepatah, jangan nilai buku dari sampulnya~

Senin, 05 Agustus 2019

Pengalaman Seru Bertanding di POMPROV Jawa Tengah Cabor Pencak Silat 2019

Pengalaman Seru Bertanding di POMPROV Jawa Tengah Cabor Pencak Silat 2019



Wisnu Bayu Murti, Pencak Silat, UNS, Jawa Tengah
Tim POMPROV Pencak Silat UNS 2019

Ini adalah pengalaman yang akan sangat susah dilupakan. Pengalaman pertandingan POMPROV (Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi) ini adalah salah satu anak tangga saya meniti karir sebagai atlet Pencak Silat. Pertandingan yang digelar di Auditorium Ukhuwah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini berlangsung tanggal 29-31 Juli 2019. Berikut ini adalah ceritanya.

Sejak awal sudah banyak aral melintang yang saya hadapi sebelum pertandingan ini. Yang pertama adalah pelaksanaan Pertandingan yang diundur hampir 2 Minggu, yang awalnya tanggal 12-15 Juli diundur sampai akhir bulan. Hal ini sangat mengganggu fokus saya dalam persiapan menghadapi pertandingan.

Yang kedua, Pertandingan ini berbarengan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya yang berlokasi di ds Ponowaren, Tawangsari, Kab. Sukoharjo. Tentu berat bagi saya untuk membagi fokus antara latihan persiapan pertandingan dengan KKN karena pertandingan Pencak Silat itu memerlukan fokus yang sangat tinggi. Akhirnya mau tidak mau saya dan teman saya harus izin mengikuti KKN selama 15-1 Agustus 2019 guna mengikuti pemusatan latihan di Surakarta.

Tentu saja hal ini menjadi masalah, sebab izin kami lebih dari 2 Minggu atau hampir 40% ketidakhadiran dan kami terancam tidak diluluskan dan harus mengikuti KKN lagi di periode selanjutnya.

Yah, mau bagaimana lagi. Hidup adalah pilihan. Kami pun bertanding bukan atas nama pribadi namun juga membawa nama besar UNS, dan karena POM (Pekan Olahraga Mahasiswa) pun juga bukan ajang olahraga sembarangan. Ibaratnya POM adalah PON-nya Mahasiswa. Kami akhirnya beranikan diri tetap mengikuti pemusatan latihan dan izin selama 16 Hari.
Wisnu Bayu Murti, Pomprov, Pencak Silat, Jawa Tengah, UNS
POMPROV Pencak Silat Jawa Tengah 2019

Masalah tak berhenti sampai disitu. Hambatan yang ketiga adalah berat badan yang masih belum masuk di kelas saya (Saya masuk di kelas berat badan E Putra yaitu 65-70 kg) bahkan sampai h-1 berat badan saya masih 71,5 kg atau over 1,5 kg. Mau tidak mau tentu saya saya harus diet dan menambah aktivitas guna mengurangi berat badan.

Bayangkan, dengan kondisi badan lelah, kelaparan tapi masih harus menambah aktivitas lagi. Ditahap ini saya mengalami stress berat.

Setelah keberangkatan kontingen pada tgl 28 Juli, kami dampai di penginapan pukul 22.00 malam, saya langsung beristirahat. Sampai tgl 31 atau hari terakhir pertandingan saya harus tetap menahan lapar sebelum ditimbang karena berat badan yang sangat "ngepres", panas badan saya rasanya. Untung undian agak menguntungkan saya karena saya hanya perlu bertanding sebanyak 2 kali untuk meraih juara 1. 
Wisnu Bayu Murti UNS Jawa Tengah Grobogan
Naik Podium

Alhamdulillah semua usaha tadi tidak sia-sia dan berkat doa teman-teman serta pelatih saya mendapat juara 1 dan Insya Allah berhak mewakili Jawa Tengah berlaga di ajang POMNAS 2019 yang diselenggarakan di DKI Jakarta. Alhamdulillah :)